Category Archives: Kesehatan

Gejala Demam Berdarah ( DBD )

Gejala Demam Berdarah – Gejala demam berdarah dengue ( DBD ) . Kepada biasanya penduduk meyakini ciri-ciri satu orang terserang demam berdarah merupakan adanya bintik merah kepada kepada permukaan kulit . tetapi ada kalanya bintik merah tersebut tak muncul . dengan cara apa apabila hal itu berlangsung .?? mengutip page detik health, “Sebenarnya ada trik yg sederhana merupakan bersama diprovokasi gitu,” ucap dr Darmawali Handoko, MEpid, Kepala seksi standarisasi sub-direktorat arbovirosis.

darahDia memaparkan bahwa, kiat provokasi ini ialah jalankan pembendungan antara tensi (tekanan darah) diastolik & sistolik, selanjutnya dibiarkan selagi 5-10 menit setelah itu sanggup dipandang apakah dapat muncul bintik merah atau tak. Faktor ini umumnya dilakukan oleh Pegawai kesehatan.

Seandainya kamu menjumpai ciri-ciri & gejala awal Demam Berdarah di bawah ini yg berdasarkan kepada data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) & Kementerian Kesehatan, sebaiknya segeralah periksakan ke dokter atau hunian sakit terdekat, berikut ini gejalanya :

1. Demam mendadak 2 – 7 hri bersama suhu 38 – 40 derajat Celsius juga diikuti 2 gejala lainya yg ada di bawah ini;
2. Sakit Kepala
3. Nyeri di belakang mata
4. Rasa nyeri kepada otot badan
5. Tulang terasa nyeri
6. Bercak merah dikulit (ruam)
7. Sel darah putih (Leukosit) menurun/ rendah
8. Munculnya tanda pendarahan
9. Uji serologi Dengue dinyatakan positif
10. Ada tetangga yg telah positif terjangkit DBD

Jikalau gejala demam berdarah nomer 1 & diikuti oleh 2 ciri-ciri dibawahnya segeralah melaksanakan perbuatan serta-merta utk melaksanakan pencegahan dgn memeriksakan kepada dokter atau hunian sakit terdekat.

Fase dari demam berdarah itu sendiri mempunyai tahapan adalah musim inkubasinya kurang lebih 5-9 hri, dimulai dari step infeksi hingga munculnya gejala. Setelah Itu dapat memasuki fase fase akut yg mana telah muncul gejala kurang lebih 1-3 hri & terhadap hri ke 4-6 adalah fase kritis. Kalau telah terhadap fase kritis tersebut korban mampu mengalami kebocoran pembuluh darah kapiler.

Tidak hanya jalankan tes provokasi atau tes bendung tadi ,diagnosis DBD pun dapat dilakukan lewat tes IgG/IgM & pula tes NSI. Ke-2 tes tersebut akhirnya akurat, dapat namun pemeriksaanya mesti terhadap tahapan dikala yg sesuai. Bila demam berjalan 2 hri sehingga di diagnosis bersama tes SNI, tetapi seandainya demam berjalan terhadap hri kelima sehingga mampu dilakukan tes IgG/IgM.

Penyakit Leukemia Pada Anak

Penyakit Leukemia Pada Anak – Salah satu kasus kanker pada ank dan remaja yang paling banyak ditangani oleh dokter kanker adalah kanker darah atau leukemia . karena  penyakit ini menyerang seseorang yang masih berusia anak-anak , karena itulah banyak orang yang menyebutkan dengan childhood leukemia . tidak berbeda jauh dengan leukemia yang menyerang orang dewasa childhood leukemia ini juga adalah sebuah kanker yang terjadi akibat adanya ketidaknormalan pada sel darah, khususnya sel darah putih.

gundulAbnormal sel ini dengan cepat bereproduksi dan menyebar ke seluruh tubuh penderitanya. Selain itu, sel ini juga tidak menjalankan fungsinya untuk kekebalan tubuh, tetapi justru berbalik menyerang tubuh penderitanya. Kondisi ini, menyebabkan daya tahan tubuh penderitanya melemah dan sangat rentan terkena berbagai infeksi atau masalah lainnya.

Penyebab Leukemia pada Anak
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab dari childhood leukemia ini. Namun, ada beberapa faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan kemungkinan seorang anak menderita penyakit ini. Meskipun begitu, bukan berarti anak yang memiliki faktor ini sudah pasti akan terkena childhood leukemia, hanya saja kemungkinannya bisa lebih besar dibandingkan dengan anak lainnya. Beberapa faktor ini yaitu:

  • Kelainan bawaan (down syndrome, dan lainnya)
  • Masalah sistem kekebalan tubuh bawaan
  • Memiliki saudara kembar atau saudara kandung dengan penyakit leukemia
  • Terkena radiasi tinggi atau obat-obatan
  • Pernah mengalami masalah dengan kekebalan tubuh
  • Tipe Leukemia pada Anak
    Sebagian besar dari childhood leukemia ini bersifat aku dan dapat berkembang dengan cepat. Namun, pada beberapa tipe kanker ini bersifat kronis dan berkembang cukup lambat. Ada beberapa tipe dari childhood leukemia ini, diantaranya yaitu:
  • Acute Lymphoblastic Leukemia (AAL)
  • Acute Myelogenous Leukemia (AML)
  • Hybrid or Mixed Lineage Leukemia
  • Chronic Myelogenous Leukemia (CML)
  • Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)
  • Juvenile Myelomonocytic Leukemia (JMML)
  • Gejala Leukemia pada Anak
  • Banyak penderita childhood leukemia yang tidak merasakan gejala khusus karena seringkali muncul secara tiba-tiba. Meskipun begitu, pada beberapa anak mengalami beberapa gejala ini, diantaranya:
  • Memar
  • Pendarahan
  • Pembengkakkan pada perut karena sel kanker bertumpuk pada limpa, hati dan ginjal.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Masalah pernafasan
  • Sering Infeksi
  • Pembengkakan pada bagian tubuh lain (selain perut)
  • Rasa nyeri pada tulang

Meskipun penyakit ini dapat berkembang dengan cepat , namun kemajuan teknologi saat ini telah berhasil meningkatkan jumlah penderita childhood leukemia yang dapat sembuh. Namun, banyak dokter yang tetap memantau kondisi pasien sekalipun sudah dinyatakan sembuh, untuk mencegah adanya relapse (kembali berkembangnya sel kanker).

Meningitis / Radang Selaput Otak

Meningitis/Radang Selaput Otak,-Baru saja kemarin aku mendengar berita sedih dari seorang kawan yang kerbatnya menderita meningitis.Katanya sekarang dalam keadaan kritis dan dirawat di ICU,dan pagi ini masih harus dengan alat bantu pernafasan,karena jika dengan kekurangan oksigen,ia akan kejang-kejang.Turut prihatin ya ,semoga diberi kesembuhan oleh tuhan yang maha esa.Amin .(updated news, tanggal 11 Mei 2010, Innalillahi wa innailaihi roji’uun, kerabat yang diceritakan tadi akhirnya berpulang ke hadiratNya. Turut berduka cita yang dalam. Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya, dan yang ditinggalkan tabah dan ikhlas. Allah sudah mengguratkan takdirNya. Amien.) Seorang kawan juga pernah kehilangan istri tercintanya karena meningitis. Benar-benar miris. Tulisan ini mencoba mengupas tentang meningitis dan bagaimana terapi dan pencegahanya.. Coba simak Obat Radang Selaput Otak dari Ace Maxs yang terbuat dari kulit manggis dan daun sirsak sebagai obat Radang Selaput Otak.

Apa itu meningitis?

Otak

Meningitis adalah radang pada selaput yang melingkupi otak (selaput otak = meninge) dan korda spinalis (bagian dari sistem saraf pusat). Umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Mengetahui penyebabnya apakah virus atau bakteri sangat penting, karena keparahan penyakit dan pengobatannya akan berbeda tergantung penyebabnya. Meningitis akibat virus biasanya lebih ringan dan dapat hilang sendiri tanpa treatment spesifik. Tetapi meningitis akibat bakteri umumnya sangat parah dan dapat menyebabkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, dan gangguan belajar. Pada meningitis akibat bakteri, sangat penting pula mengetahui macam bakteri penyebabnya, sehingga dapat dipilihkan antibiotika yang sesuai.

Sebelum tahun 1990an, Haemophilus influenzae type b (Hib) merupakan bakteri penyebab utama meningitis bakterial. Karena itu, pada anak-anak umumnya perlu diberikan vaksinasi Hib. Adanya vaksinasi Hib ini sekarang telah banyak menurunkan jumlah kasus infeksi Hib pada selaput otak. Dan sekarang, penyebab utama meningitis adalah Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis. Selain itu, ada pula Listeria monocytogenes (listeria), yang dapat ditemukan di banyak tempat, misalnya dalam debu dan makanan yang terkontaminasi, seperti keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

Apa tanda dan gejala meningitis?

Gejala meningitis awalnya agak sulit dibedakan dengan gejala flu, sehingga kadang orang sering salah mengenali. Gejala umum meningitis pada mereka yang berusia di atas 2 tahun adalah demam tinggi, sakit kepala, dan kekakuan leher. Gejala ini bisa berkembang dari beberapa jam, atau mungkin sampai 1-2 hari. Gejala lain bisa berupa mual, muntah, tidak tahan dengan cahaya terang, bingung, dan mengantuk. Pada bayi yang baru lahir atau anak-anak di bawah 2 tahun, gejala klasik seperti sakit kepala dan leher kaku seringkali agak sulit terdeteksi, karena mereka belum bisa menyampaikan keluhannya. Bayi dengan meningitis biasanya menunjukkan gejala lesu (kurang aktif), muntah, rewel, tidak mau makan, dan tidak mau bangun dari tempat tidur. Dengan berjalannya waktu dan penyakit, maka pada pasien meningitis ( di segala usia) akan timbul gejala berupa kejang-kejang.

Bagaimana diagnosa dan pengobatannya?

Diagnosis dan pengobatan secara dini sangat penting. Untuk mendiagnosis adanya bakteri penyebab meningitis, perlu dilakukan pengambilan sampel dari cairan spinal dengan cara tertentu (spinal tap). Jika bakteri penyebab telah diketahui, maka dokter akan memilihkan antibiotika yang paling sesuai untuk membunuh bakteri tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut dapat pula dengan MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat keadaan otak akibat infeksi tersebut, jika diperlukan.

Beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone. Pengobatan lainnya adalah untuk mengatasi gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam dengan analgesik-antipiretik, kejangnya dengan diazepam atau fenitoin, dan lain sebagainya. Kadang-kadang dokter akan memberikan antibiotika walaupun belum dipastikan penyebab meningitisnya, apakah karena virus atau bakteri, karena hasil kultur cairan spinal mungkin tidak bisa diperoleh secara cepat, apalagi di RS yang fasilitasnya terbatas.

Apakah bakteri tersebut dapat menular?

Ya, beberapa jenis bakteri meningitis dapat menular. Bakteri dapat menyebar dari satu orang ke yang lain utamanya melalui kontak dengan cairan respirasi atau tenggorakan (ludah, ingus, dahak, dll), misalnya dengan batuk-batuk, bersin, atau berciuman. Untungnya, tidak ada bakteri meningitis yang dapat menular semudah penularan flu. Juga tidak mudah menular hanya dengan sekedar berdekatan dengan pasien meningitis. Namun demikian, orang yang merawat pasien meningitis dalam waktu lama dan sering ada kontak langsung dengan pasien, apalagi jika ada kontak langsung dengan cairan dari mulut pasien, maka ada resiko untuk terkena bakteri yang sama. Untuk itu, jika perlu bagi keluarganya diberikan vaksinasi.

The Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan vaksinasi meningitis pada mereka berusia 11-18 tahun. Usia praremaja (11-12 th) merupakan usia terbaik sebelum dewasa untuk menerima vaksinasi meningitis. Karena kejadian meningitis dapat meningkat pada usia dewasa, mereka yang belum pernah divaksinasi meningitis disarankan mendapat vaksinasi seawal mungkin.

Apa itu meningitis viral?

Meningitis viral adalah meningitis yang disebabkan oleh virus, dan ini merupakan jenis terbanyak dari meningitis. Meningitis viral disebut juga meningitis aseptik karena tidak ditemukan adanya bakteri dalam darah pasien. Meningitis jenis ini umumnya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, dengan memperkuat daya tahan tubuh. Namun karena gejalanya mirip dengan meningitis bakterial, maka jika ada gejala-gejala serupa seperti yang disebutkan di atas, segera saja dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan meningitis viral, antara lain enterovirus (meliputi enteroviruses, coxsackieviruses, dan echoviruses), virus cacar, herpes virus (spt Epstein-Barr virus, herpes simplex viruses, dan varicella-zoster virus) virus campak, dan juga virus influenza. Namun untuk mengetahui apakah meningitis disebabkan oleh virus atau bakteri, tetap harus dilakukan uji kultur yang berasal dari cairan spinal pasien.

Pasien dengan meningitis viral umumnya tidak perlu pengobatan khusus, dan disarankan untuk istirahat total (bed rest), minum banyak cairan, dan pengobatan untuk mengatasi gejala saja, seperti analgesik antipiretik untuk mengilangkan rasa sakit (sakit kepala), dan menurunkan demam.

Apakah virus penyebab meningitis bisa menyebar?

Ya, virus-virus ini bisa menyebar dengan cara yang berbeda-beda. Enterovirus, yang merupakan virus penyebab meningitis terbanyak, paling sering tersebar melalui tinja penderita. Selain itu, virus ini dan virus lainnya seperti virus campak dan varicella-zoster juga dapat menyebar melalui kontak langsung maupun taklangsung dengan cairan pernafasan (air liur, ingus, dahak) dari pasien yang terinfeksi. Waktu yang dibutuhkan dari mulai terinfeksi virus sampai muncul gejala umumnya sekitar 3-7 hari.

Bagaimana caranya menghindari infeksi virus meningitis?

Beberapa cara di bawah ini dapat membantu menghindarkan dari infeksi virus:

1. Cuci tangan dengan baik dan sering, terutama mereka yang merawat atau berada berdekatan dengan pasien meningitis

2. Bersihkan permukaan-permukaan yang bisa terkontaminasi (misalnya handel pintu, remote TV, etc) dengan sabun dan air kemudian bilas dengan desinfektan atau cairan pemutih yang mengandung chlorine utk mencegah penyebaran virus

3. Tutupi mulut saat batuk, dengan tissue atau tangan. Jika menggunakan tissue, buang tisue ke tempat sampah, Jika menggunakan tangan, segera cuci tangan.

4. Hindarkan mencium pasien, atau berbagi gelas minuman, atau hal-hal yang mungkin menyebabkan penyebaran virus

5. Lakukan vaksinasi, ada beberapa vaksinasi yang tersedia yaitu: Haemophilus influenzae type b (Hib), – Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7), – Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV), dan Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

Demikian sekilas info tentang meningitis. Semoga bermanfaat.